Tuang Cerita

Secangkir Hangat Cerita Ibu Muda

MoM Academy Sharing : “Kiat Menjadi Freelancer di Era Digital”

MoM Academy Sharing : “Kiat Menjadi Freelancer di Era Digital”

Beberapa waktu yang lalu saya sempat resign dari pekerjaan di kantor, dan memutuskan untuk menjadi freelancer, agar waktu membersamai si Kecil dapat lebih lama. Tetapi ternyata saya belum siap secara finansial. Saya juga belum benar-benar mengetahui apa yang harus dilakukan, sehingga sebulan kemudian saya memutuskan untuk bekerja kembali di kantor hehee.

Beruntung 2 minggu yang lalu saya bergabung di komunitas MoM Academy. Saya jadi mendapatkan pengetahuan tentang kiat menjadi Freelancer. Tapi sebelumnya apa sih itu MoM Academy? MoM sendiri merupakan kepanjangan dari Mothers on Mission. Di bawah ini adalah sekilas tentang MoM Academy

Misi : Empowering mothers to work from home

Tanggal berdiri : 17 January 2017

Mothers on Mission adalah community marketing agency yang membantu brand owner untuk membangun sebuah komunitas atau berkolaborasi dengan komunitas lain yang sudah ada. MoM juga berkolaborasi dan membangun jaringan dengan banyak komunitas, khususnya komunitas perempuan (ibu) dan melakukan kegiatan sosial bersama mereka.

Sebagai perusahaan yang peduli pada ibu, Mothers on Mission memiliki tim yang beranggotakan ibu dengan sistem kerja jarak jauh (remote working) sehingga mereka masih dapat produktif dari rumah.

Produk :

> Community Building
> Community Maintenance
> Tap in to Community
> Mom’s Talent Management

Untuk lebih kenal dekat, bisa kepo-in Fan Page nya di sini. Dan IG nya di @mothersonmission.id

Secara berkala MOM Academy biasanya melakukan sharing di grup WA. Nah pada waktu itu temanya adalah Kiat Menjadi Freelancer di Era Digital. Yang menjadi narasumber nya adalah Mba Ani Berta. Profesi beliau saat ini sebagai Blogger, Content Writer, dan sedang membangun sebuah media online yang fokus ke pemberdayaan perempuan.

Sebagai gambaran, sebelumnya Mba Ani berprofesi sebagai Akunting di sebuah perusahaan swasta di Tangerang Selatan. Beliau memutuskan untuk resign dari pekerjaan pada 2013 awal. Dan menjadi full time blogger.

Di bawah ini adalah sharing Kiat Menjadi Freelancer berdasarkan pengalaman yang Mba Ani jalani.

1. PERSIAPKAN DIRI

Langkah Pertama : Persiapkan Diri
Langkah Pertama : Persiapkan Diri

# Siapkan tabungan untuk 3-5 bulan ke depan.

Untuk yang masih bekerja atau sudah tak bekerja di kantor, sebaiknya ada tabungan sebagai simpanan untuk kebutuhan di saat 3-5 bulan pertama sebelum mendapatkan project.

# Temukan potensi diri.

Apakah Moms ahli dalam suatu bidang? Apakah itu designer,  penulis, tata boga, fotografer dll. Sekarang,  mendapatkan skills itu gak harus kuliah atau kursus dulu. Banyak tutorial di online. Bisa dimanfaatkan untuk memperdalam suatu skills.

Skills juga bisa didapatkan dari hobi dan kesukaan terhadap sesuatu. Misalnya: Hobi memasak bisa menjadi chef,  hobi dekor rumah bisa jadi konsultan, konsisten aktif di sosmed, bisa menjadi konsultan sosial media dan masih banyak lagi Moms. 

Setelah potensi diri ditemukan, Moms harus mengasahnya dan ada komitmen untuk menjalankannya.  Pilih salah satu saja Moms jangan kebanyakan. Supaya fokus, konsisten dan terarah.

# Manfaatkan workshop online dan offline.

# Perbanyak portofolio. 

Artinya,  Moms coba membuat karya yang dikuasai tersebut konsisten sampai menghasilkan banyak karya dan usahakan ada kontribusi ke orang lain dengan berbagi dari apa yg Moms kuasai.

# Awali dengan menjadi volunteer

Jika kesulitan untuk menyalurkan aktualisasi terhadap karya yang sudah dibuat, sebaiknya diawali dengan menjadi volunteer. Lupakan dulu soal honor. Yang penting karya Moms mendapat sambutan dan dikenal banyak orang dulu bahkan calon klien Moms kelak. 

# Perdalam Networking.

Jika bertemu orang baru,  saling tukar kontak dan saling follow akun sosmed. Jika sudah saling follow,  jangan lupa berinteraksi.

2. BUAT PROGRAM KERJA

Langkah Kedua : Buat program kerja
Langkah Kedua : Buat program kerja

Jika Moms sudah menguasai skills dan sudah punya networking, saatnya Moms beraksi dengan cara:

  • Membuat proposal dan menyebarkan ke calon klien yang didapat. 
  • Buat program kerja jangka pendek dan jangka panjang. Bisa dituliskan sendiri di jurnal  dan setiap poin program yang dituliskan harus mempunyai target. 
  • Sebisa mungkin target itu tercapai.
  • Buat komitmen diri seperti kerja di kantor. Jadi ada penetapan jam. Kerja walau tak ada bos,  kita harus tetap disiolin kerja sehari misalnya mau 5 jam dari jam berapa hingga jam berapa. Tentukan sesuai fleksibilitas Moms.
  • Harus punya skala prioritas. Jangan sampai kebanyakan yang dikerjakan, sehingga akhirnya tidak fokus.
  • Untuk di awal, jangan terlalu keras menentukan fee. Sekali lagi,  utamakan dulu jam terbang.

Menjadi Freelancer juga harus memanfaatkan teknologi. Tujuan kita menjadi freelancer tentunya supaya kita tidak banyak ke luar rumah dan kerja fleksibel.  Maka ketika akan meeting,  bisa tawarkan meeting remote.

3. ATUR KEUANGAN

Langkah Ketiga: Atur Keuangan
Langkah Ketiga: Atur Keuangan
  • Buat rekening lebih dari 1.Satu rekening untuk menampung penghasilan-penghasilan dan satu lagi untuk menyimpan kebutuhan sehari-hari. Jadi,  jangan dicampur.
  • Buat sistem gaji walau kita gak kerja di orang lain tapi terapkan menggaji diri sendiri,  dimasukkan ke rek untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Jumlahnya harus sama setiap bulannya.
  • Saat mendapat project, segera lunasi pengeluaran. Namanya menjadi freelancer,  kerjaan atau project kadang ada kadang tidak.  Selagi Moms punya banyak project dan penghasilan lebih,  sebaiknya bayar semua kebutuhan seperti  SPP anak bisa dibayarkan setahun,  iuran RT, sampah dll juga bisa dibayarkan sekaligus. Jadi saat project sedikit,  Moms sudah tenang karena sudah membayar semua iuran sekaligus.
  • Siapkan dana darurat di rekening terpisah juga. Anggap uang hilang jadi tak akan tergoda buat dibelanjakan.
  • Jangan lupa berinvestasi. Alhamdulillah Mba Ani sudah melunasi rumahnya sendiri dari hasil menulis. Dan beliau juga dapat membiayai anaknya untuk sekolah di sekolah terbaik, padahal beliau adalah single parent lho *amazed* (ayok Mom, kita yang sempurna aja, masih punya suami, in syaa Allah harusnya bisa lebih sukses lagi Aamiin).

4. INGAT KEWAJIBAN

Moms jika sudah berpenghasilan, jangan lupa menunaikan kewajiban sebagai berikut :

  • Membayar Zakat (Bagi Muslim)
  • Sedekah
  • Charity
  • Dan Membayar PAJAK.

Membayar pajak bagi freelancer bisa di online sekarang Moms. Mudah lho gak rumit.

,Jika penghasilan di bawah PTKP Moms tidak akan dikenakan pajak, tapi tetep harus lapor tiap tahun paling lambat akhir Maret.

Prinsip Menjadi FREELANCER:

  • Harus proaktif dan jeli terhadap peluang.
  • Punya rasa percaya diri
  • Harus kuat fisik dan mental karena freelancer harus mampu bekerja lebih keras dua kali lipat dari pekerja di perusahaan.
  • Harus lebih kreatif dan inovatif. Jika kurang kreatif jangan harap bisa maju,  malahan bisa tersingkir. Sekarang saingan banyak Moms.
  • Walau saingan banyak, selagi kita mampu bekerja dan berkarya dengan melakukan hal terbaik, kesuksesan itu akan menghampiri sendiri.
  • Tidak melupakan proses, seorang freelancer harus kuat berjuang dan tidak mudah menyerah apalagi baperan.

Freelancer juga harus kedepankan kode etik,  jangan sampai menyerobot lahan orang lain. Percayalah Moms, rezeki setiap orang sudah ada jatahnya masing-masing ada baiknya menganut sistem “alon alon asal kelakon” kata ungkapan Jawa mah ya 😁

Nah, kira-kira seperti itulah sharing dari Mba Ani. Selanjutnya ada sesi tanya jawab. Pengennya sih lanjut tulis di sini, cuma khawatir kepanjangan. Untuk itu, sesi tanya jawabnya akan saya tulis di Part 2 dengan judul yang sama. Ditunggu ya.

10 thoughts on “MoM Academy Sharing : “Kiat Menjadi Freelancer di Era Digital”

    1. Iya, bener mba. Tantangannya kita harus punya komitmen tinggi. Kalau kerja kantoran kan ada yang ngatur dan ngawasin. Tapi kalau freelance, suka-suka kita mau kerja kapan

  1. Masya Allah… Sharingnya keren banget! Ini pas banget deh mbak, saya lagi butuh ilmu tentang ini. Saya ngeblog dari awal tahun lalu untuk sekadar iseng dan di awal tahun ini berniat untuk menyeriusi profesi ini. Makasih banget sharingnya ya mbak! 😀

    1. Sama2, mba. Saya juga rencananya tahun depan pengen fokus freelance, supaya waktu bisa lebih banyak dengan anak. Semoga impian kita bisa sama-sama terwujud ya, mba Aamiin..

  2. Postingan ini relatable banget Mba. Saya resign dari tempat kerja sebelumnya saat anak saya berumur 3 bulan. Sekarang sudah 2 tahun lebih saya bekerja dari rumah.
    Tadinya bingung mau ngapain. Akhirnya bangun skill pelan-pelan, kalau anak tidur ikut kursus online di edX sama Udemy. Lihat tutorial macem-macem di YouTube.
    Kalau benar-benar diseriusin, work-at-home, penghasilannya bisa lebih gede dari kantoran kok.

    1. Wah, mba keren banget masih nyempetin belajar di online course. Saya juga dulu pernah ikut tapi di IndonesiaX (MOOC buatan Indonesia), tapi susah komitmen, akhirnya paling bertahan cuma ikut 1-2x. Mba ikut kursus apa di edX dan Udemy? Semangat terus mba, stay upgrade diri ya

  3. Suka banget bagian volunter itu, lupakan komisi dulu.
    Sekarang mah orang, belum apa-apa udah mikirin komisi, padahal belum ada bukti nyata karyanya

    Semua itu kayak investasi ya, kudu ngeluarin modal dulu, sebelum memetik hasil 🙂

    1. Iya Mba, bener. Terkadang orang itu pengen lihat hasilnya instant. Padahal semua itu butuh proses, butuh waktu. Great things always take time

    1. Sejujurnya saya sendiri juga lupa kenapa saya bisa gabung di sini (karena saya nggak pernah ngerasa isi form atau sejenisnya). Tau-tau dimasukin ke grup WA hehee. Mungkin mba bisa langsung ke IG nya @mothersonmission.id dan DM untuk permintaan gabung ke grup WA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *