Tuang Cerita

Secangkir Hangat Cerita Ibu Muda

Saya Memutuskan Menjadi Bahagia, 9 Hal Ini yang Dilakukan

Saya Memutuskan Menjadi Bahagia, 9 Hal Ini yang Dilakukan

2019 sudah berlalu lebih dari seperempat jalan. Saya mulai mengevaluasi terhadap apa-apa saja yang telah saya lakukan dan pencapaiannya. Hasilnya? Kurang memuaskan.

Seringkali saya juga merasa waktu saya habis untuk hal-hal yang tidak penting.

Ada yang salah dengan diri saya. Terlebih ketika melihat orang-orang di sekitar saya satu per satu menuaikan karya. Saya jadi merasa lebih tertekan.

Setelah merenung beberapa lama, saya menyadari satu hal : saya TIDAK bahagia. Sehingga hidup saya pun jadi kurang berkualitas.

Padahal, menjadi bahagia adalah langkah awal untuk produktif.

Ahli perekonomian di University of Warwick melakukan penelitian terhadap 700 orang di Inggris. Hasilnya, ditemukan bahwa kebahagiaan menyebabkan lonjakan 12 persen dalam produktivitas. Sedangkan, pekerja yang tidak bahagia terbukti 10 persen kurang produktif. (sumber : beritagar.id)

Saya kemudian berbenah diri dan memutuskan untuk menjadi bahagia. Saya mencoba melakukan 9 hal ini.

1. BERHENTI membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Setiap orang itu unik, punya kelebihan dan kekurangan yang tidak akan sama persis. Sehingga, nggak apple to apple (nggak sebanding) jika ingin membandingkan diri kita dengan orang lain.

Sumber : http://robinbonswor.com

Saya lebih suka membandingkan diri saya hari ini dengan yang kemarin. Apa progress yang telah saya lakukan minggu ini dibandingkan kemarin?

Dengan begitu, saya akan lebih menghargai diri sendiri, karena saya tahu bahwa saya telah melakukan prosesnya dengan benar, tinggal menunggu waktu untuk menunjukkan hasilnya.

Boleh membandingkan dengan orang lain, asal itu membuat kita semakin terpacu. Bukan sebaliknya, malah menjadi pesimis, lalu tertekan. Karena ada beberapa orang yang berkarakter seperti ini, salah satunya saya hehehee.

Sehingga akhirnya saya berhenti untuk membandingkan diri saya dengan yang lain. Tetapi saya tetap mengambil pelajaran dari karya dan kisah suksesnya orang.

Misal, dalam sebuah kompetisi blog, saya dinyatakan kalah. Tentu saya akan membaca tulisan orang yang menang tersebut untuk mengambil pelajaran bagaimana membuat tulisan yang bagus. Tapi, saya tetap harus menyadari bahwa saya tidak bisa dibandingkan dengan pemenang tersebut. Hal ini dikarenakan saya baru menekuni dunia tulis-menulis 1 bulan, sementara pemenang tersebut sudah 4-5 tahun.

So, inilah saya hari ini : tidak membandingkan diri dengan orang lain, agar saya FOKUS pada PROSES.

Sumber : http://chintanjain.com

2. Tutup kuping pada nyinyiran, Kurangi baperan, Terima kritik dan saran

Nyinyiran dengan kritik dan saran itu berbeda.

Sebenarnya menurut KBBI, nyinyir itu adalah mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet.

Tetapi kata β€œnyinyir” ini sepertinya telah mengalami peyorasi (salah satu majas, artinya perubahan makna pada suatu kata menjadi lebih buruk, kasar atau kedudukannya lebih rendah dari makna kata yang sebelumnya).

Menurut saya, nyinyir ini mirip dengan menyindir yang versi lebih keras, atau menghina versi implisit. Nyinyir ini biasanya mengatakan sesuatu itu jelek tanpa alasan. Dan tujuan si penyinyir biasanya untuk menjatuhkan seseorang karena tidak suka dengan orang tersebut.

Bedakan dengan kritik dan saran.

Menurut KBBI, kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Jadi pada dasarnya, kritik ini (meskipun tajam) memiliki alasan (pertimbangan) kenapa suatu karya itu disebut jelek atau kurang layak, berbeda dengan nyinyir.

Sedangkan saran itu pemberian solusi agar sesuatu menjadi lebih baik.

Nah, udah tahu kan bedanya nyinyir, kritik, dan saran? Jadi, kalau ada yang nyinyir dengan kita, tutup kuping aja. Dan coba belajar seni bodo amat (ini ada bukunya, penulisnya Mark Manson).

Kemudian jika ada yang memberikan kita kritik, terimalah dengan lapang dada, tak perlu baper, yang ujung-ujungnya bisa membuat kita uring-uringan sendiri (pengalaman pribadi :D)

3. STOP mengeluh. Fokus pada solusi ketika ada masalah

Berdasarkan penelitian, orang yang sering mengeluh biasanya akan mudah stres dan stres inilah yang akan menjadi pintu masuk penyakit karena stres menurunkan kekebalan tubuh (sumber : health.detik.com).

Hal ini disebabkan mengeluh dapat memicu hormon kortisol, hormon yang dilepaskan dalam tubuh ketika sedang stres, sehingga menurunkan fungsi imunitas. Bahkan dapat membuat kita lebih rentan terhadap kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung dan obesitas. Bahkan membuat otak lebih rentan terkena stroke (sumber : www.kompasiana.com/indiraabidin).

Kebayang kan dampak-buruknya mengeluh itu.

Sumber : Unsplash

Pengalaman saya, mengeluh itu menghabiskan cukup banyak energi. Karena pada saat mengeluh, emosi kita sebenarnya turut bermain. Ada perasaan kesal dan kecewa, yang pada akhirnya dapat membuat kita menjadi bad mood seharian. Ujung-ujungnya malah membuat kita nggak produktif.

Daripada mengeluh, lebih baik energi kita difokuskan untuk memikirkan solusi. Karena sejatinya mengeluh tidak pernah menyelesaikan masalah, hanya menambah amarah.

4. Tidak menyimpan rasa benci pada orang lain

Percayalah, menyimpan rasa kesal pada seseorang yang kemudian berubah menjadi benci, hanya akan mempersempit hati kita.

Saya pernah sangat sangat kesal dengan atasan saya. Bukan saya saja yang merasakan itu, tetapi hampir semua rekan kerja saya juga merasakan hal yang sama. Akhirnya, yang terjadi adalah kami sering menceritakan kesalahan yang dilakukan oleh si atasan ini (mohon jangan ditiru). Dan ini membuat kami jadi kurang produktif.

Saya sendiri juga merasakan ketika saya sebal (atau benci) sama seseorang, pikiran saya jadi habis untuk memikirkan orang tersebut. Dan akhirnya saya menyadari, ketika membenci seseorang, emosi, pikiran, dan waktu kita jadi terbuang percuma.

5. Melakukan hobi yang bermanfaat

Sumber : Unsplash

Siapa sih yang nggak senang melakukan hobinya? Terlebih lagi jika hobi itu dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Selain merasakan bahagia karena dapat melakukan hal yang kita sukai, kita juga akan merasa bermakna.

Hobi yang bermanfaat ini contohnya adalah, menulis, memasak, melukis, dan lain-lain. Bukan hobi bermain game, menonton TV, karena kegiatan tersebut tidak memberikan manfaat untuk orang lain, kecuali hiburan bagi diri sendiri.

6. Olahraga

Olahraga akan merangsang otak mengeluarkan hormon bahagia (endorphin), serta mengurangi perasaan negatif.

Selain itu, pada buku Brain Rules (John Medina), ditulis bahwa otak akan berkembang saat kita berolahraga, saat kita berjalan sejauh 19 kilometer per hari. Berjalan kaki selama 20 menit setiap hari juga dapat menurunkan resiko terkena stroke sebesar 57%.

Jadi, mulailah berolahraga secara rutin. Karena selain memberikan rasa bahagia, olahraga juga memberikan banyak manfaat seperti disebutkan di atas.

7. Banyak membaca

Sumber : Unsplash

Membaca di sini boleh apa saja. Bisa novel, cerpen, blog orang, dan lain-lain. Nggak masalah jika lebih suka membaca buku fiksi ketimbang nonfiksi. Karena menurut Jim Trelease di buku The Read-Aloud Handbook, membaca buku fiksi akan membuat kita lebih dekat pada makna kehidupan (bijak).

Sumber : buku The Read-Aloud Handbook hal.100

Jadi, membaca bukan hanya dapat memperkaya khazanah kita, tetapi juga dapat memperkaya hati.

8. Kurangi prasangka buruk

Waspada boleh, tapi jika tidak didasarkan pada fakta, berarti hanya berprasangka. Dan terlalu prasangka buruk atau negative thinking pada orang hanya akan membuat hati kita lelah, mengurangi porsi bahagia dalam hati.

9. Senyum

Umumnya kita senyum karena sedang merasa bahagia atau gembira. Padahal sebenarnya, senyum tidak harus didasarkan pada emosi yang nyata. Senyum palsu (senyum yang dibuat/ tidak alami) pun akan memberikan efek sama.

Dengan tersenyum (meski sedang tidak gembira), otak akan mengira kita sedang gembira. Sehingga akan memicu tubuh mengeluarkan hormon endorphin yang membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

Senyum memang tak menyelesaikan masalah. Tapi senyum bisa meredakan kesempitan hati dan membuka jalan pencerahan.

Sumber : Unsplash

UPDATE :

10. Membuat jurnal progress diri Sendiri

Atas sharing dari seorang kawan (dari comment di bawah), ternyata menulis jurnal tentang progress diri sendiri secara berkala (bisa tiap hari, atau tiap minggu), akan memudahkan kita untuk membandingkan progress yang sudah kita alami.

Karena pada jurnal itu tertulis records kita dari waktu ke waktu. Sehingga kita akan lebih mengapresiasi diri kita jika ada progress. Tetapi jika stagnan atau menurun, kita jadi bisa cari tahu penyebabnya dan memacu diri untuk melakukan perbaikan.

11. Membuat gratitude log

Maksudnya adalah kita menuliskan sedikitnya 3 hal yang disyukuri setiap harinya. Dengan begitu, kita akan memiliki sudut pandang yang lebih positif terhadap hidup ini.

Hidup itu memang berat, tapi tak perlu melihatnya sebagai sebuah masalah. Lihatlah ia sebagai sebuah games, dimana kita harus menaklukkan tantangan yang ada dengan berbagai level. Jika berhasil, level kualitas hidup kita pasti dengan sendirinya akan naik πŸ™‚

Nah, kira-kira itu 9 (plus 2) tips yang saya lakukan untuk menjadi bahagia agar lebih produktif. Terakhir, saya ingin mengutip sebuah quotes favorit dari Bu Septi (founder komunitas Ibu Profesional) :

Sumber : IG @septipeni

Karena sesungguhnya :

Bahagia itu adalah Keputusan, bukan Perasaan.

Salam tuang cerita. Karena di setiap cerita, ada untaian permata.

12 thoughts on “Saya Memutuskan Menjadi Bahagia, 9 Hal Ini yang Dilakukan

    1. Iya, mba. Memang bahagia itu adalah gerbang segalanya, termasuk menjadi pribadi yang lebih baik. Thanks sudah berkunjung, mba

  1. “Kurangi baper.” –> ini PR saya banget, karena setelah menjadi seorang ibu kok rasanya makin gampang baperan and I’m not proud. Harus bisa terima saran dan kritik, ini bener banget ya. Kadang emang harus legowo dulu baru bisa menerima ‘omongan’ orang lain yg sebenarnya membangun.

    Thanks banget untuk tulisannya <3

    1. Sama-sama, mbaa. Saya juga masih belajar untuk nggak baperan. Entah kenapa pas udah punya anak jadi lebih mellow hahaa. Ayok kita sama-sama semangat belajar upgrade diri, mba πŸ’ͺ🏻

  2. For me, keeping a journal itu essential sih dalam usaha untuk menjadi bahagia.
    Di dalamnya, tertulis records dari waktu ke waktu. Jadi ya mudah untuk membandingkan progress yang sudah saya alami.
    Ada gratitude log juga untuk menuliskan sedikitnya 3 hal yang saya syukuri tiap harinya.
    Olahraga itu ampuh untuk menyalurkan energi negatif, beneran. Kerasa banget bedanya kalo udah lama gak olahraga, pasti jadi gampang uring-uringan.

    1. Wah mba, bagus banget sharing nya. Aku izin masukin (update) ke tulisanku di atas ya. Terima kasih sebelumnya untuk sharing nya πŸ™‚

  3. Alhamdulillah, semua sedang saya coba terapkan supaya waktu enggak terbuang sia-sia untuk menyesali hidup. Betul banget, bahagia adalah keputusan, bukan perasaan πŸ™‚

    1. Yap, tapi terkadang menulis itu lebih mudah daripada melakukan hehee. Jadi, kadang saya masih belum benar-benar bisa membuat rasa bahagia ini sebagai sebuah keputusan. Saya masih terus belajar agar dapat memutuskan bahagia. Yuk sama-sama belajar, Mba πŸ™‚

Tinggalkan Balasan ke Muna Fitria Hidayat Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *