Tuang Cerita

Secangkir Hangat Cerita Ibu Muda

Melahirkan Minim Drama, Ini 5 Tips Mempercepat Pembukaan (Bersalin)

Melahirkan Minim Drama, Ini 5 Tips Mempercepat Pembukaan (Bersalin)

Apa rasanya ketika HPL (Hari Prediksi Lahir) bayi sudah lewat? Sementara orang tua, tetangga, saudara-saudara, dan kawan-kawan satu per satu mulai sering bertanya.

“Kapan lahiran?”

“Kok belum lahir-lahir juga sih?”

“Emang HPL nya kapan?”

“Hati-hati lho kalau udah lewat HPL, khawatir air ketubannya keruh..”

Percayalah, pertanyaan yang bertubi-bertubi seperti di atas itu hanya akan membuat seorang calon ibu semakin gundah.

Apalagi sampai menakut-nakuti dengan air ketuban keruh lah, khawatir bayinya kenapa-kenapa lah, dan seterusnya, dan seterusnya. Saya sendiri hanya bisa tersenyum getir jika diberondong pertanyaan itu.

Oke lah mungkin maksud pertanyaan itu adalah sebagai bentuk perhatian, tapi dari sisi seorang calon ibu yang sedang menantikan kelahiran buah hatinya, pertanyaan seperti itu justru menjadi seperti silet, mengiris hati secara perlahan tetapi tajam.

Terlebih lagi saya sudah mulai mengambil cuti di usia kehamilan 38 minggu, karena berdasarkan hitungan statistika saya pribadi (ini belum tentu valid), kebanyakan orang melahirkan di usia 38 minggu.

Tapi nyatanya, sampai tanggal HPL pun, saya belum ada tanda-tanda akan melahirkan hiks hiks sedih :'(

Sumber : resplash

Dokter kandungan saya, dr. Dian, S.POg (salah satu rekomendasi dokter kandungan di Jakarta Selatan), pun mengatakan bahwa jika sampai minggu depan (usia kehamilan 41 minggu), saya tak kunjung ada pembukaan lebih lanjut, akan dilakukan suntik induksi. Karena dikhawatirkan air ketubannya sudah keruh, yang dapat membahayakan si janin.

Memang sejak minggu 37 saya sudah di-VT (vaginal test) untuk dicek pembukaan jalan lahir sudah sampai berapa sentimeter, tapi hasilnya masih pembukaan 1 kecil (artinya tidak sampai 1 cm). Bahkan sampai minggu 40 pun, saya belum ada perubahan, masih pembukaan 1 kecil. 

Akhirnya, daripada gelisah dengar omongan orang, saya mencoba untuk berikhtiar agar bayi dalam perut bisa segera keluar. Daaan… alhamdulillah, ternyata langsung berhasil (prok prok prok.. tepuk tangan untuk diri sendiri).

Birth story

Sebelum saya bocorkan tips apa saja yang saya lakukan untuk mempercepat pembukaan jalan lahir, saya mau menceritakan terlebih dulu birth story saya.

28 Sept

Pukul 04.00 : perut terasa agak mules + kram (terasa setiap 20 menit, lalu menghilang), tetap melakukan aktivitas seperti biasa (masak, nyuci)

Pukul 10.00 : rasa mules masih sering datang dan pergi, berangkat jalan kaki ke Alfamart dekat rumah (dengan tempo cepat dimana jalannya agak menanjak, kira-kira jaraknya 400 meter, pulang pergi jadi 800 meter).

Pukul 12.00 : perut masih terasa mules dg intensitas tiap 15 menit, makan siang, solat, dan ngepel jongkok

Pukul 15.00 : main gym ball dan melakukan beberapa gerakan yoga yang diingat

Pukul 16.00 : saya merasakan sakit pinggang yang teramat sangat, sampai-sampai tidak bisa jalan, saya hanya berbaring di kasur sambil membaca surat Al-Quran yang saya hapal, dan WA suami saya agar ia segera pulang jika kerjaannya sudah selesai (maklum, saya sendirian di rumah)

Pukul 18.00 : suami datang, menyiapkan perlengkapan untuk dibawa ke klinik bersalin

Pukul 20.00 : tiba di klinik, periksa pembukaan dan intensitas kontraksi. Ternyata saya masih pembukaan 2, saudara saudara.. Saya agak kecewa, karena biasanya dokter akan menyuruh pulang jika masih pembukaan 2.

Sedikit menjelaskan, pembukaan itu adalah tahap dimana terjadi pematangan dan pembukaan mulut rahim hingga cukup untuk jalan keluar si janin. Pada pembukaan, terdapat dua fase yaitu : 

  1. Fase laten : pembukaan sampai mencapai 3 cm (pembukaan 1 sampai 3), berlangsung sekitar delapan jam.
  2. Fase aktif : pembukaan dari 3 cm sampai lengkap (kurang lebih 10 cm), berlangsung sekitar enam jam. Pada tahap ini ibu akan merasakan kontraksi yang terjadi tiap 10 menit selama 20-30 detik. Frekuensi kontraksi makin meningkat hingga 2-4 kali tiap 10 menit, dengan durasi 60-90 detik. Kontraksi terjadi bersamaan dengan keluarnya darah, lendir, serta pecah ketuban secara spontan (sumber : lifestyle.kompas.com).

Jadi, pembukaan 2 itu belum termasuk pembukaan aktif, yang berarti proses untuk si bayi menemukan jalan lahirnya masih cukup lama, minimal 8 jam (tolong dicatat!).

Tapi berita gembiranya adalah hasil tes kontraksi saya sudah bagus (intensitas kontraksi per 5-10 menit). Kata bidan, itu menandakan bahwa pembukaan untuk sampai ke-10 tidak akan memakan waktu lama. Perkiraan dokter, kemungkinan jam6 pagi saya akan bersalin, sehingga saya diminta menginap di klinik.

Saya tidur menyamping dan tidak nyenyak, karena terbangun oleh rasa sakit di pinggang dan area perut bawah.

29 Sept

Pukul 02.00 dini hari : saya merasakan seperti ada yang tidak sengaja keluar dari vagina saya. Setelah dicek, ternyata keluar lendir darah. Bidan lalu cek VT saya lagi. Ternyata saya sudah pembukaan 8! Saya langsung dipindahkan ke ruangan bersalin. Kemudian dokter saya (dr.Dian) di telpon untuk datang ke klinik.

Pukul 03.00 : dr.Dian telah datang. VT kembali dilakukan, dan saya sudah pembukaan 10, siap untuk bersalin. Dr.Dian mengeluarkan air ketuban saya terlebih dulu.

Pukul 03.30 : setelah dua kali mengejan, akhirnya ketika yang ketiga kalinya saya mengejan (sudah lebih baik dan benar), kepala bayi saya langsung keluar, lalu dengan sigap dr.Dian membantu mengeluarkan bayi saya tersebut (ini cerita suami saya).

Alhamdulillah..minim drama. Welcome to the new world, my baby 🙂

Sumber : resplash

Tips Mempercepat Pembukaan Jalan Lahir (Persalinan)

Nah, dari birth story saya di atas, pastinya udah bisa nebak doong apa saja yang saya lakukan untuk mempercepat pembukaan? Oke, supaya lebih eksplisit, di bawah ini saya sedikit jelaskan mengenai tips saya tersebut.

1. Hubungan intim

Ini adalah obat yang paling manjur untuk mempercepat pembukaan jalan lahir. Saya dan banyak kawan lainnya sudah membuktikan ini. Kok bisa sih? Ternyata orgasme saat melakukan hubungan intim membuat tubuh melepasan oksitosin, sehingga membantu kontraksi rahim. Selain itu, zat kimia prostaglandin yang terkandung di dalam air mani ternyata membantu pelebaran serviks (mulut rahim) lebih cepat.

Mary Jane Minkin M.D, seorang profesor di bidang OB/GYN dan Sains Reproduksi di Universitas Yale mengatakan, “Cairan yang keluar saat ejakulasi mengandung protaglandin, yakni asam lemak yang biasa digunakan untuk induksi medis pada proses melahirkan. Cairan semen kaya akan zat tersebut, dan prostaglandin bisa menyentuh serviks sehingga membantu mempercepat pembukaan persalinan. (sumber: id.theasiaparent.com)

Sumber : mamajagoan.com

Seingat saya, waktu itu dr. Dian juga sangat menganjurkan saya untuk melakukan ini. Dan alhamdulillah, besoknya perut saya langsung bereaksi. Jadi, bagi kamu yang sudah berusia di atas 36 minggu, sangat disarankan juga untuk melakukan ini.

2. Bermain birthing ball

Birthing ball atau biasa disebut dengan Gymball juga sangat membantu dalam mempercepat pembukaan.

Bergoyang di atas gymball saat kontraksi mulai datang sangat berguna untuk mengurangi rasa sakit sekaligus membantu bayi untuk menemukan jalan lahir. Gravitasi dan gerakan panggul ibu akan memudahkan bayi untuk semakin turun ke jalan lahir.

Sumber: Parentinghealthybabies.com

Begini salah satu gerakan bermain dengan gymball yang saya praktekkan (untuk gerakan-gerakan lainnya bisa dicari di internet) :

  • Duduk santai di atas bola dengan posisi punggung tegak
  • Buka kedua kaki selebar pinggul
  • Goyangkan pantat sehingga membentuk satu putaran penuh, dimana posisi bola tidak bergerak (tetap diam di tempat)
  • Ulangi gerakan ini sebanyak yang diinginkan

Oia, gymball ini  dapat digunakan setelah bayi dalam posisi kepala di bawah, jangan gunakan gymball saat bayi masih dalam posisi melintang atau sungsang.

3. Berjalan cepat + nanjak

Berjalan cepat dan menanjak akan membantu mendorong rotasi dan turunnya bayi. Jika kaki mulai terasa pegal atau lelah, bisa istirahat dulu sejenak.

Sumber : Babycenter.com

4. Ngepel jongkok

Gerakan mengepel lantai menggunakan tangan, juga dapat mempermudah jalan lahir si janin. Posisi ini sangat disarankan karena akan membantu mendorong kaki bayi keluar dari panggul selama kontraksi dan mengurangi tekanan pada leher rahim yang membengkak.

Oia, gambar di atas hanya ilustrasi saja. Posisi yang benar ketika mengepel jongkok adalah kedua telapak kaki menyentuh lantai, dengan pantat tidak menyentuh lantai.

5. Gerakan yoga

Sebenarnya ada beberapa gerakan yoga yang berfungsi untuk mempercepat pembukaan, tetapi saya tidak banyak mengingat. Sehingga saya hanya melakukan apa yang saya ingat. Salah satunya posisi setengan duduk seperti gambar di bawah. Jika rutin melakukan gerakan setengah duduk ini, maka bayi akan dengan mudah mendekati jalan lahir dan membantu proses persalinan normal berjalan lancar.

Sumber : Momjunction.com

Nah, kira-kira itu 5 tips jitu yang saya lakukan dan berhasil. Mungkin Mom bisa mencoba meniru cara saya tersebut. Siapa tahu berhasil juga aamiin.. 🙂

Terakhir saya ingin mengingatkan, bahwa:

“Persalinan adalah proses mengendalikan pikiran, emosi, dan bagaimana ibu bekerja-sama dengan bayi””

Salam tuang cerita. Karena di setiap cerita, ada untaian permata.

8 thoughts on “Melahirkan Minim Drama, Ini 5 Tips Mempercepat Pembukaan (Bersalin)

  1. Wah aku lagi nunggu pembukaan nih. Kemarin sudah keluar flek dan dicek bidan bukaan 1. Tapi setelahnya nggak ada tanda-tanda pembukaan lagi. Padahal anak pertama kemarin jedanya cuma 1 hari dari bukaan 1. Pengennya cepat lahiran sih soalnya sudah ambil cuti juga. Heu

    1. Wah, ini sama banget kayak aku, mbaa. Aku stuck di bukaan 1 selama 2 minggu, nggak nambah-nambah. Trus disaranin untuk HB oleh dspog ku. Alhamdulillah langsung bereaksi. Trus aku lakuin hal-hal yang aku sebutin di blog. Besok paginya langsung bukaan 10

  2. Kalo aku “ngga sengaja” minin drama Mba. Soalnya pas hamil anak pertama, aku kerja di lantai 4 tanpa lift. Dengan sendirinya tiap hari udah naek turun +/- 60 anak tangga x3 waktu (berangkat, makan siang, pulang). Pas lahiran tepat HPL dan proses dari bukaan 2-10 cuma 2 jam, dokternya Belom sempet nyampe, akunya lahira duluan Hahahah…

    1. Hahahaa.. enaknyaaa. Nah, mungkin aku waktu hamil kemarin jarang jalan cepet dan naik turun, akhirnya nggak kontraksi kontraksi, sampai lewat HPL 😀

Tinggalkan Balasan ke Nabila Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *