Karakter Moral Ibu Profesional

Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka, ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat” – Imam Syafii

Hai, ketemu lagi dengan blog Tuang Cerita, Secangkir Hangat Cerita Ibu Muda.

Beberapa hari ini saya tidak enak badan (badan seperti remuk, demam naik turun, batuk kering, dan lain-lain). Qadarullah, ternyata kena Covid. Meski begitu, di hari ke-6 kondisi badan semakin membaik, sehingga saya tetap berusaha untuk menuliskan ilmu dari Ibu Profesional yang saya dapat. Karena menulis adalah salah satu cara mengikat ilmu 🙂

Kali ini saya berada di Pos 4 Pra Bunda Sayang dengan tema “Karakter Moral Ibu Profesional“. Widya iswaranya adalah Dyas Purnamasari (IP Depok), disampaikan secara live pada pukul 14.00 WIB melalui FB Grup. Berikut ini kira-kira adalah rangkuman materinya.

Karakter Moral Ibu Profesional

Karakter merupakan sifat atau akhlak yang membedakan kita dengan lainnya. Sedangkan moral adalah suatu ajaran tentang baik buruk yang diterima secara umum.

Dalam suatu komunitas sangat diperlukan kesamaan karakter moral, agar tujuan bersama dapat tercapai. Karakter moral ini yang menjadi ciri khas komunitas tersebut.

Sedikit review materi di pos sebelumnya, ibu professional adalah seorang perempuan yang bersungguh-sungguh menjalankan perannya, baik sebagai diri sendiri, istri, maupun sebagai ibu. Karakter ibu professional adalah kualitas perilaku moral dari member Ibu Profesional, yang menjadi ciri khas dan bisa membedakan dari komunitas lain. Ada 5 karakter moral Ibu Profesional, yaitu:

  1. Never stopped running, the mission alive –> misi meningkatkan kualitas diri harus tetap hidup. Contoh, misi khusus Bunda Sayang adalah mendidik anak dengan mudah dan dengan cara yang menyenangkan. Dalam proses perjalanan tersebut, akan banyak tantangan. Tetapi kita tidak boleh menyerah.

“Jangan pernah menyerah, teruslah melangkah. Biarkan rasa lelah itu yang kewalahan mengikuti jejak langkah kita.”

  1. Don’t teach me, I love to learn –> pada dasarnya setiap orang memiliki kecintaan untuk belajar. Belajar bisa dari berbagai media dan sumber. Prinsipnya sama seperti merdeka belajar. Pada Bunsay nanti, kita juga tidak akan didikte oleh fasilitator atau narasumber. Widyaiswara berfungsi hanya sebagai pemantik & teman belajar bareng
  2. I know I can be better –> karena kita tahu bahwa manusia bisa menjadi lebih baik, maka sudah seharusnya kita menjadi versi terbaik diri, dengan terus belajar meng-upgrade dan memperbaiki diri. Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

“Setiap ibu bisa menjadi ahli parenting untuk anaknya sendiri, tidak perlu membandingkan pola asuh kita dengan pola asuh keluarga lain, karena setiap anak itu berbeda dan unik. Demikian pula pola asuh yang cocok untuk anak kita juga belum tentu cocok untuk pola asuh anak lain. Jadi tidak perlu juga merasa paling benar. Nikmati saja perjalanan parentingmu, seiring dengan perjalanan anak anakmu, cukup” – Septi Peni Wulandani

  1. Always on time –> selalu hadir tepat waktu di setiap perkuliahan dan acara lainnya
  2. Sharing is caring –> Sekecil apapun kebaikan akan ada balasannya

Baik itu menular begitu juga hal buruk. Maka, berbuat baiklah karena jiwa kita memerlukannya. Bukan demi apa dan siapa praktek baik itu ada. Berbuat baik itu adalah laku kepantasan hidup seorang manusia” – Septi Peni

 

 Agar Karakter Moral Bisa Tertanam Dalam Diri

Menurut Linckona, ada 3 komponen yang harus dilakukan untuk menanamkan karakter moral, yaitu:

  1. Moral Knowing –> Mencari tahu hal penting apa yang perlu kita ketahui dan memahaminya (mengetahui nilai penting dari suatu tindakan). Terdiri dari 6 aspek, yaitu:
  • Moral awareness –> membangun kesadaran dari nilai penting tersebut. Tujuannya agar tindakan kita nanti bukan hanya karena kebiasaan, tetapi kita menjalaninya dengan penuh kesadaran, bahwa hal tersebut penting untuk dilakukan.

“Mendidik seseorang tanpa mendidik karakternya adalah cara mendidik yang menyebabkan ancaman terhadap lingkungan masyarakat” – Theodore Roosevelt

Contohnya, jika kita hanya mendidik intelegensi seseorang saja, tanpa dibarengi mendidik karakter moralnya, maka orang tersebut bisa menjadi ancaman untuk orang-orang di sekitarnya

Mengapa penting memiliki karakter moral di Ibu Profesional? Karena IP memiliki misi peningkatan kualitas perempuan, istri  & Ibu Indonesia. Kualitas di sini termasuk di dalamnya kualitas perilaku baik, output yang diharapkan adalah akhlak mulia.

Ketika 1 orang sudah tertanam karakter moral akhlak mulia, lalu bergabung dengan anggota lainnya yang berakhlak mulia juga, lalu saling bersinergi, bersatu, saling memberikan energy positif, itu akan menjadi penyatu kita. Ketika sudah bersatu, ada budaya yang tercipta, yaitu budaya belajar yang kondusif, pada akhirnya itu akan memudahkan kita untuk mencapai tujuan bersama (peningkatan kualitas diri sebagai perempuan, istri, dan ibu).

  • Knowing moral value –> mengetahui karakter moral Ibu Profesional, sebagaimana telah dijelaskan di atas (bagian awal tulisan ini)
  • Perspective Talking –> Mengambil sudut pandang dari posisi orang lain
  • Moral reasoning –> alasan kuat untuk membedakan baik atau buruk, benar atau salah, bermanfaat atau tidak
  • Decision Making –> bisa untuk memutuskan apa yang kita amalkan atau praktekkan
  • Self-knowledge –> memahami diri sendiri, tujuan kita apa, kelebihan dan kekurangan kita apa. Sehingga saat kita mau melangkah ke depan, kita tau harus bagaimana

 

  1. Moral Feeling –> ketika kita sudah paham (memiliki pengetahuan terhadap suatu hal), maka selanjutnya dibutuhkan aspek emosi/ rasa untuk menggerakkan kita. Jadi, emosi ini adalah sumber energy dan control internal yang efektif. Ada 6 perasaan tentang moral yang harus terus diasah, yaitu:
  • Nurani
  • Percaya diri
  • Empati, merasakan penderitaan orang lain
  • Loving the good (mencintai kebenaran)
  • Self-control (Pengendalian diri)
  • Humility (kerendahan diri)

 

  1. Moral Action –> setelah memahami nilai penting dan memiliki emosi (merasakan) terkait hal itu, maka akan terwujud tindakan nyata (moral action). Action ini yang akan tampak, dan terlihat menjadi pembeda. Jika hanya paham, terkadang tindakan bisa tidak sesuai.

Moral action ini perlu dilatih dari 3 aspek, yaitu:

  • Competence: melatih keterampilan tersebut setahap demi setahap
  • Will: ada keinginan untuk mengamalkan. Keinginan dibutuhkan untuk menjaga emosi, berpikir, dan bertahan dari tekanan godaan
  • Habit: Membiasakan hal baik dan menerapkannya dalam perilaku untuk melatih komitmen dan konsisten

 

 Tugas Pos 4

Buatlah analisis bagaimana mengenali tantangan dalam capaian belajar di Bunsay #7 dan tentukanlah karakter apa yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan tersebut.

Jawaban:

Sebenarnya saya masih agak bingung dengan materinya. Menurut saya, materinya terlalu teoritis, contohnya kurang konkret, kayak masih abstrak. tetapi saya coba mengerjakan tugasnya sesuai dengan pemahaman saya.

Saya mencoba menganalisa dengan berdasarkan SWOT analysis seperti berikut:

Dari table di atas, bisa diketahui saya sudah memiliki 2 karakter moral IP, yaitu :

  1. Don’t teach me, I love to learn
  2. I know I can be better

Tantangan yang mungkin akan saya hadapi selama mengikuti perkuliahan di Bunsay adalah:

  • Kehilangan motivasi di tengah jalan. Oleh karena itu, saya perlu menguatkan karakter Never stopped running, the mission alive, agar saya tidak mudah lelah dan/ atau bosan di perjalanan. Cara agar karakter ini tertanam dalam diri saya adalah dengan membangun kesadaran nilai penting menjadi ibu bahagia (yang tentunya akan menghasilkan anak bahagia nan tangguh) serta mengasah empati bila saya jutek pada anak, dan mengasah self-control.
  • Meski memiliki ART, tetapi rasanya waktu dan energy saya benar-benar sedikit (terbatas). Oleh karena itu, saya harus pandai membagi waktu dan memiliki karakter moral Always on time. Usahakan saat malam datang, isi energy kembali dan boost mood menjadi sangat baik, agar proses pengamatan anak berjalan lancar.

 

#Prabunsay7

#TranscityHarmoni

#InstitutIbuProfesional

#IbuProfesionalforIndonesia

#SemestaKaryaUntukIndonesia

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *