Membuat Playdough Sendiri Awet & Tidak Bau

Resep/ Cara Membuat DIY Playdough Sendiri Awet (Tahan Lama) dan Tidak Bau

Belakangan, saya cukup hectic dengan pekerjaan kantor. Meski WFH, tetapi waktu dan energi benar-benar tersita, sampai-sampai rasanya quality time dengan Uca (Si Kecil yang berusia 3 tahun) sangat berkurang.

Oleh karena itu, weekend adalah hari yang ditunggu-tunggu agar kami bisa beraktivitas bersama. Selain bisa memperbaiki bonding, saya juga bisa mengecek perkembangan motoriknya.

Kali ini saya memutuskan untuk membuat playdough sendiri. Tapi beberapa orang pernah curhat bahwa bikin playdough sendiri itu cepat bau. Benarkah? Kalau begitu, mari kita cari resep atau cara yang membuat si plastisin itu tidak mudah bau.

Voila, akhirnya ketemu juga! Bahkan setelah 2 minggu, hasil bikinan playdough ini masih bagus (tidak keras, tidak bau, sehingga bisa tahan lebih lama). Tentu resep yang saya gunakan ini didapat dari sebuah website, yang mana ukurannya sudah dimodifikasi sesuai โ€œkirologiโ€ saya hehee (kirologi = ilmu kira-kira, tidak menggunakan takaran yang tepat).

Bahan-bahan Membuat DIY Playdough

  • 100 gr tepung terigu (dikira-kira saja)
  • 1-2 sdt garam halus
  • 5 sdm maizena (bisa juga diganti dengang tepung kanji, tapi saya belum mencoba pakai tepung kanji). Semakin banyak maizena, maka akan semakin padat playdough-nya
  • 2-3 sdm minyak goreng
  • 1 sdm cuka masak
  • Air secukupnya, sampai adonan kalis
  • Pewarna makanan 30ml (hijau, merah, coklat, oren). Saya pakai yang merk Koepoe Koepoe. Harga masing-masing warna hanya Rp 5.000. Untuk warna hijau, disarankan TIDAK menggunakan pasta pandan, karena waktu itu saya pakai pasta pandan, hasilnya jadi sedikit lebih lengket dan lembek

Bahan Membuat Playdough

Langkah Membuat Playdough

  1. Campurkan semua bahan-bahan di atas (kecuali pewarna makanan dan air). Lalu adon agar bahan-bahan tersebut merata
  2. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan kalis. Jika terlalu lembek, bisa tambah maizena.
  3. Pisahkan jadi beberapa bagian dan beri pewarna sesuai selera.

Kalau butuh melihat langkah membuat playdough-nya secara visual, bisa menonton video ini. Kalau suka, bisa sekalian subscribe ya (maklum, pengabdi subscriber huahahaa)

Proses pembuatannya sangat sebentar, sepertinya kurang dari 30 menit. Uca sangat excited diajak membuat playdough ini. Maklum baru pertama kali. Dan dia ketagihan, minta dibuatkan lagi. Tentunya bikinnya bareng-bareng supaya lebih seru ๐Ÿ™‚

Waktu itu, pembagian tugasnya membuat playdoughnya begini:

  • Saya –> menyiapkan bahan-bahan + membantu Uca mengadon
  • Uca (balita saya) –> tokoh utama (mengadon hingga plastisinnya berbentuk)
  • Ayah –> tim Hore hehee

Tips agar Playdough Tahan Lama

  • Simpan di Wadah Tertutup

Setelah selesai bermain playdough, simpan di wadah tertutup agar ia tidak mengeras. Selain itu, supaya si playdough tidak dimakan semut dan kucing. Karena pengalaman sebelumnya, saya pernah membiarkan playdough di tempat terbuka. Walhasil, besoknya banyak semut. Pernah juga dibiarkan di teras. Eh, malah dimakan kucing. Ya Tuhan, hewan milenial makanannya bisa berubah gini ya (tepok jidat sambal geleng-geleng kepala) ๐Ÿ˜€

  • Memasak Adonan Playdough

Menurut beberapa sumber, memasak playdough bisa bikin si playdough lebih awet lagi. Adonan dipanaskan di pan sambil terus dibolak-balik agar panasnya merata.

  • Menyimpan Playdough dalam Kulkas

    Playdough bisa disimpan di kulkas dan tinggal ditambahkan air serta dipanaskan ulang jika mengeras.

Sebenarnya saya baru mencoba tips pertama di atas. Yang dua terakhir belum, itu saya dapat dari sumber lain. Nanti akan saya update lagi di blog ini setelah mencoba dua tips tersebut.

Manfaat Bermain Playdough

Oh iya, buat yang belum tau, bermain playdough itu ada banyak manfaatnya lho. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengasah kemampuan motorik halus
  2. Meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi anak
  3. Mampu mengembangkan koordinasi antara mata dan tangannya
  4. Media mengenalkan warna pada anak
  5. Mempersiapkan anak belajar menulis. Menurut beberapa sumber, sifat lunak dari playdough bisa melatih keterampilan otot tangannya. Kemampuan ini tentu dibutuhkan ketika anak belajar menulis (memegang pensilnya), bahkan bisa juga sebagai latihan ia mengendalikan gunting

Plus Minus Membuat Playdough Sendiri

Emang ada kelebihan dan kekurangannya bikin playdough sendiri? Hmm.. menurut saya, ada. Tapi ini nggak krusial ya, boleh dibaca atau diskip hehee

Kelebihan:

  • Jadi punya aktivitas bareng dengan si kecil (bikin dari awal), yang tentunya bisa meningkatkan bonding
  • Secara harga, lebih murah. Total biaya yang dihabiskan untuk bahan-bahan di atas nggak sampai Rp 25.000. Belum lagi cuka dan pewarna makanannya masih bisa digunakan beberapa kali pemakaian lagi

ย Kekurangan:

  • Jika playdough berwarna merah dicampur dengan playdough kuning, maka akan terbentuk warna baru (merah kecoklatan). Kalau playdough yang dijual-jual itu, kalau nggak salah, warna aslinya akan tetap terlihat, tidak membentuk warna baru
  • Permukaan si playdough kurang halus setelah dimainkan atau dibuat bentuk (jadi kayak ada kerutan gitu di bagian atasnya setelah si playdough dibentuk)

 

Nah, sekian sedikit dongeng (eh?) dari saya. Kalau kamu, udah pernah bikin playdough sendiri juga belum? Hasilnya gimana? Yuk dishare ๐Ÿ™‚

Yuk Buat Playdough Sendiri!

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *